Physics

hai selamat datang di blog Physics of Life, blog ini bertujuan sebagai sarana argumentasi tentang ilmu fisika yang sangat erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Semoga bermanfaat ^_^

Selasa, 06 Juni 2017

Bagaimana sih balon bisa terbang?

Written by



 
Pernahkah kalian berendam dalam air? Tubuh kalian terasa menjadi lebih ringan ‘kan? Hal ini terjadi karena saat berada dalam zat yang dapat mengalir suatu benda akan mendapatkan gaya angkat ke atas (gaya apung).
Adalah seorang ilmuwan Yunani, Archimedes dari Syracuse (287 SM – 212 SM), yang menemukan prinsip ini, sehingga sekarang prinsip atau hukum alam ini dikenal dengan nama Prinsip atau Hukum Archimedes. Hukum ini menyatakan bahwa setiap benda yang dimasukkan ke dalam zat mengalir akan mendapatkan gaya angkat ke atas sebesar berat zat mengalir yang dipindahkan karena masuknya benda yang tersebut. (Lakukanlah percobaan berikut: Isilah gelas dengan air sampai penuh sehingga permukaan air sampai pada bibir gelas. Setelah itu masukkanlah sebuah benda, misalnya kelereng atau batu kerikil, maka sedikit air akan tumpah ke luar dari gelas, besarnya berat air yang tumpah inilah yang sama dengan gaya apung yang dialami benda yang dimasukkan tadi). Tahukah kalian cerita menarik tentang penemuan prinsip ini oleh Archimedes?
Seperti semua benda/materi di alam, udara memiliki berat (yang sebanding dengan massanya). Untuk membuktikan hal ini, lakukanlah percobaan sederhana berikut: Tiuplah dua buah balon sehingga keduanya kurang lebih sama besar, lalu ikatlah kedua balon ini pada ujung-ujung sebatang lidi, kemudian gantung lah batang lidi pada titik setimbangnya. Hal ini menunjukkan bahwa kedua balon sama beratnya terhadap titik setimbang tersebut. Setelah itu tusuklah salah satu balon tersebut, maka kamu akan melihat bahwa batang lidi dengan balon yang tidak ditusuk (berisi udara) akan turun, menandakan (balon yang berisi udara) lebih berat.
 
Terdapat 2 kemungkinan yang terjadi pada sebuah balon terbang atau jatuh.
Sebenarnya terdapat sebuah kemungkinan lagi, yakni melayang.
1.        Balon akan terbang apabila berat udara yang dipindahkan lebih besar  dibandingkan dengan berat balon.

2.      Balon akan jatuh apabila  berat balon lebih besar dibandingkan dengan berat udara yang dipindahkan.

 Pengaruh massa jenis, massa jenis udara di dalam balon lebih kecil dari massa jenis udara di sekitarnya. Penjelasan: massa jenis udara disekitarnya (yang massa jenis lebih tinggi) mendesak balon (yang berisi udara yang massa jenisnya lebih rendah), sehingga balon terdesak dan terbang.
Massa jenis jenis udara di dalam balon lebih besar dari massa jenis udara di sekitarnya. Penjelasan: massa jenis udara dalam balon mendesak udara disekitarnya, sehingga udara terdesak dan berada diatas balon. Gas yang biasa digunakan untuk balon yaitu gas helium dan karbit. Balon yang menggunakan gas helium atau gas karbit sering kita jumpai di pasaran sebagai mainan anak-anak dengan berbagai macam balon karakter yang digunakan untuk menarik perhatian anak-anak.
Jika kita meniup dengan mulut, maka balon tidak bisa terbang. Itu disebabkan karena kita memasukkan gas karbondioksida yang massa jenisnya lebih besar dari gas karbit dan gas helium yang mengakibatkan balon tidak bisa terbang.
Teman-teman masih bingung gimana sih balon itu bisa terbang? Di pompa dengan pompa biasa? Tentu saja ga bisa kan, memompa dengan pompa biasa sama saja seperti kita meniup balon dengan mulut. Jika mau membuat terbang balon kamu, isikan dengan Gas Helium atau kalau tidak, Gas Karbit

Gas Helium, Gas Karbit, apa bedanya ya?

Gas karbit adalah gas yang dihasilkan dari pengelasan untuk menyambung besi dengan besi. Gas karbit (kalsium karbida) memang bisa digunakan untuk membuat balon terbang. Gas ini biasa bisa teman-teman temukan di depan sekolah, atau tempat ibadah, atau pasar-pasar dimana ada bapak-bapak yang berjualan balon yang terbang dan berjualan dengan sepeda, seperti gambar dibawah ini,
Teman-teman bisa meminta bapak itu untuk mengisikan balon kamu, bisa latex bisa balon foil. Harga relatif murah per balonnya, sekitar Rp 5000 – Rp 7000 saja.
Tetapi, teman-teman harus tahu bahwa mengisikan balon dengan gas karbit mempunyai resiko yang cukup besar jika balon meledak. Gas karbit sangat rentan terhadap panas atau api, jadi ketika balon meledak karena panas atau api, gas tersebut akan terbakar.
Berbeda dengan gas karbit, gas helium aman digunakan untuk melayangkan balon. Gas Helium termasuk gas mulia yang tidak terbakar walau terkena api sekalipun. Namun, memang harga gas ini jauh lebih mahal dari Gas Karbit. Harga gas nya bervariasi tergantung besarnya balon tersebut, untuk balon foil ukuran 30cm, biasa dijual dengan harga Rp 15.000 untuk gas nya saja.
Yah memang, ‘ada uang ada barang’, selain gas helium yang jauh lebih aman, gas ini juga dapat menerbangkan balon lebih lama daripada gas karbit. Untuk balon foil yang diisi dengan gas karbit, balon bisa terbang kurang lebih 2 hari, namun untuk balon yang diisi gas helium rata-rata bisa terbang 5-6 hari kedepan.

Tidak ada komentar: